Minggu, 20 Mei 2012

Puisi kertas kecil dia

di sini tak tahu merenungkan nasibku
waktupun seakan membisu
mendalam menusuk kalbu

ku coba bertahan, memang ......
ku cobba menangis, itu pun .....
ku coba melawan, tapi ....

aku memang manusia yang tak berguna
aku memang manusia yang bodoh
melihat raut wajahku yang hitam
ku hanya bisa menangis

dia pun begitu
sungguh malang nasibnya
ku coba memberi
demi menyembunyikan kesedihannya

setiap hari, setiap malam
penuh dengan omong kosong
bahkan dia dijadikan pelampiasan kekesalan
hingga dia meneteskan air mata

aku bahagia, akau tersenyum
aku bangga dengannya
ketika di menyembunyikan kesedihannya
seakan dia tersenyum dan tertawa

dia mencoba menyeimbangkan kehidupan dunianya
dia ingin
menjadi
seseorang yang bebas

in last my note. on joniory

Tidak ada komentar: