waktu itu, sabtu 19 Desember 2009 aq memutuskan untuk pergi ke Villa
Asih, Cisarua.Banyak hal yang aku nikmati disana, memperdalam ilmu
Shalat khusu,bertadabur dengan alam,memandang indahnya
kerindanagn,menikmati sejuknya air sungai,memikirkan apa yang akan
mereka terima?
Hal yang mengagetkan dimulai ketika tepat
jam 3 malem, entah kita dalam acara BINTAL,yang menyebabkan kita semua
memikirkan hal yg tak terduga,seperti aqu yg terus tumbuh,dan
berkembang,Namun dari, itu semua,adahal yang lebih penting yaitu
seberapa aq khusu kah pada waktu aq shalat,sekan membuat aman dalam
hidupku.
Oh ya ada hal yg sungguh lucu,yaitu,,waktu temanku
faiz dan teza sedang ujian pengambilan sabuk,,,mengitari dan berenang
ke kolam,hal yg faiz tak sadari adalah ketika celanya,terperosot,,,,
kita semu keta wa terbahak,,wkwkwkwk.hahaha celanyanya ngambang di
permukaan air!!!!! malu gak yah?
hohoohoho,,, tumbuhhhhhh
dan tak pernah kusadari waktu cepat berlari,, kini a pulang dengan satu
harapan yg terus aq penang sampai saat ini!!!!!
by:ibnu,sofyan,furqon,rizky,hafiz,rizal,k'yusuf,indra,teza,faiz,ilham,tedy.
Senior: k'Abie, K'Angga, K' Ade, k'Dika, K'Wahyu,K'Hery.
guru: Pak Robi
Minggu, 20 Mei 2012
Puisi kertas kecil dia
di sini tak tahu merenungkan nasibku
waktupun seakan membisu
mendalam menusuk kalbu
ku coba bertahan, memang ......
ku cobba menangis, itu pun .....
ku coba melawan, tapi ....
aku memang manusia yang tak berguna
aku memang manusia yang bodoh
melihat raut wajahku yang hitam
ku hanya bisa menangis
dia pun begitu
sungguh malang nasibnya
ku coba memberi
demi menyembunyikan kesedihannya
setiap hari, setiap malam
penuh dengan omong kosong
bahkan dia dijadikan pelampiasan kekesalan
hingga dia meneteskan air mata
aku bahagia, akau tersenyum
aku bangga dengannya
ketika di menyembunyikan kesedihannya
seakan dia tersenyum dan tertawa
dia mencoba menyeimbangkan kehidupan dunianya
dia ingin
menjadi
seseorang yang bebas
in last my note. on joniory
waktupun seakan membisu
mendalam menusuk kalbu
ku coba bertahan, memang ......
ku cobba menangis, itu pun .....
ku coba melawan, tapi ....
aku memang manusia yang tak berguna
aku memang manusia yang bodoh
melihat raut wajahku yang hitam
ku hanya bisa menangis
dia pun begitu
sungguh malang nasibnya
ku coba memberi
demi menyembunyikan kesedihannya
setiap hari, setiap malam
penuh dengan omong kosong
bahkan dia dijadikan pelampiasan kekesalan
hingga dia meneteskan air mata
aku bahagia, akau tersenyum
aku bangga dengannya
ketika di menyembunyikan kesedihannya
seakan dia tersenyum dan tertawa
dia mencoba menyeimbangkan kehidupan dunianya
dia ingin
menjadi
seseorang yang bebas
in last my note. on joniory
Langganan:
Postingan (Atom)